Pantau Stok Pangan, Lapan Luncurkan Satelit Mikro

Rabu, 21 Juli 2010



JAKARTA (Pos Kota) – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Kementerian Ristek bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) akan membuat satelit mikro yang diberi nama Li-Sat.

Satelit ini akan digunakan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Adanya satelit ini Indonesia akan bisa memperoleh informasi tematik siklus tanaman padi. Dengan demikian bisa diketahui daerah mana saja yang padinya siap dipanen dan dimana saja penanaman baru dimulai,” kata Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara (Pustekelegan), Drs. Toto Marnanto Kadri pada Workshop Teknologi Survei Kebumian dan Pemetaan.

Selama ini untuk mengetahui potensi pangan yang tersedia masih mengandalkan cara-cara konvensional dengan cara mengumpulkan data satu persatu. Selain memakan waktu lama cara ini seringkali kurang akurat.

Dengan menggunakan teknologi satelit, informasi potensi pangan yang ada bisa diakses setiap saat dengan akurasi yang lebih baik. Rencananya Li-sat akan diorbitkan pada tahun 2014.

Toto menambahkan sebagai negara besar Indonesia sangat penting menguasai teknologi satelit dengan baik. Hal ini penting antara lain untuk telekomunikasi, penginderaan jauh, pendidikan, dan pemantauan bencana.

Upaya mengembangkan satelit di Indonesia telah ditempuh Lapan melalui Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara. Lapan juga bekerja sama dengan Technical University of Berlin untuk mengembangkan satelit Lapan-Tubsat atau Lapan A1. Lapan-Tubsat telah diluncurkan pada 2007 di India.

“Satelit ini merupakan satelit pertama buatan anak bangsa Indonesia dengan pengawasan dari universitas tersebut,” ujarnya
sumber : poskota.co.id

0 komentar: