Menhan Sidak Pembuat Casing Bomb P 100

Rabu, 21 Juli 2010


Tuesday, July 13, 2010

CV Sari Bahari yang dikunjungi oleh Menhan ini berlokasi di Muharto, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. (Foto: Muhammad Aminudin/detikSurabaya)

13 Juli 2010, Malang - Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro, mengunjungi pabrik pembuat casing Bomb P 100 dan Roket P 100 Live. Produksi Bomb P 100 selama ini untuk memenuhi kebutuhan latihan militer di Indonesia.

CV Sari Bahari, industri rekanan PT Pindad Malang yang memproduksi casing Bomb P 100 dan Roket P 100 Live berlokasi di Muharto, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (13/7/2010) siang.

Casing Bomb P 100 mempunyai diameter 273 milimeter dengan total berat 100 sampai 125 kilogram pernah digunakan oleh pesawat Sukoi SO-27 SK dan pesawat tempur F5 Tiger milik Amerika.

Purnomo mengaku dengan adanya industri seperti ini akan dapat membantu kebutuhan bomb latih di dalam negeri."Industri ini cukup baik, dan harus dikembangkan ke depannya," terangnya.

Ia menambahkan, setiap tahunnya kebutuhan bomb latih di lingkungan TNI AU semakin meningkat, hingga harus didukung oleh produksi yang cukup. "Kebutuhan semakin meningkat hingga sektor industri pertahanan harus ditingkatkan," imbuhnya.

Secara terpisah, Direktur CV Sari Bahari Ricky Hendrik Egang menuturkan, industri digeluti sejak Tahun 1993 ini merupakan rekanan dari PT Pindad. "Disini kita hanya membuat casingnya saja. Untuk munisi dari PT Pindad," tegasnya. Ricky mengaku untuk setiap bulan dirinya hanya mampu memproduksi 100 unit Bomb P 100. Padahal, dirinya telah mendapatkan kuota hingga 200 unit.

Jumlah tersebut dinilai Ricky sangat membebani para pekerja hingga tidak mampu memenuhi kuota yang diberikan. "Jatahnya 200 unit, tapi kami tidak mampu, karena kekurangan tenaga," ungkapnya.

Cashing Bomb P 100 yang ditinjau Menhan ini mempunyai diameter 273 mili meter dengan total berat 100 sampai 125 kilogram. (Foto: Muhammad Aminudin/detikSurabaya)

Bomb P 100 yang ditinjau Menhan ini untuk memenuhi kebutuhan latihan militer di negeri ini. (Foto: Muhammad Aminudin/detikSurabaya)

detikSurabaya

0 komentar: