MENANTI 3 SUKHOI

Jumat, 30 Juli 2010



INILAH.COM, Makassar - Rusia resmi menyerahkan 3 pesawat tempur Sukhoi 30 MK2 kepada Indonesia. Dengan demikian TNI telah memiliki 7 Sukhoi. Agar 'koleksinya' lengkap dan ideal, TNI menunggu kedatangan 3 unit lagi.

"Satu skuadron idealnya 10 unit. Agustus mendatang jumlah Sukhoi bisa lengkap, sehingga semuanya bisa segera beroperasi. Diharapkan TNI AU bisa mengoptimalkan operasinya dalam menjaga yurisdiksi nasional," sebut Sekjen Dephan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin.

Penyerahan resmi Sukhoi TS-3003, TS-3004 dan TS-3005 berlangsung di Gedung Galaktika, Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (2/2). Sebelumnya potongan Sukhoi tiba di Makassar pada secara bertahap pada Desember 2008 hingga Januari 2009. Dilanjutkan dengan proses perakitan di hanggar Skuadron Teknik 044, kemudian test flight oleh instruktur dari Rusia.

Usai penyerahan resmi, Sjafrie menyempatkan diri memeriksa langsung ketiga Sukhoi. Sjafrie kemudian membacakan kata sambutan Menhan Juwono Sudarsono. Disebutkan, pengadaan Sukhoi bagian dari pengadaan alutsista yang dapat memperkuat TNI AU, khususnya Skuadron 11 Lanud Sultan Hasanuddin.

"Ini didasarkan pertimbangan taktik dan strategi untuk memelihara kedaulatan RI. Kita berharap agar penempatan pesawat tempur ini bisa menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sulsel dan rakyat Indonesia secara umum yang ditempuh TNI AU," sebut Sjafrie.

Anggaran Sukhoi, tutur Sjafrie, sebesar US$ 335 juta yang diambil dari APBN. Ini merupakan pinjaman dari pemerintah Rusia yang harus dikembalikan dalam waktu yang tidak ditentukan dengan cara dicicil.

Mengenai kelengkapan alutsista Malaysia, Singapura dan Australia yang melebihi

Indonesia, Sjafrie mengatakan, pemeliharaan kedaulatan NKRI tidak hanya bertumpu pada alutsista, tapi

juga pada sistem pertahanan negara yang terintegrasi. Sebab, tidak dapat dipungkiri Indonesia mengalami keterbatasan anggaran.

Soal sistem pembayaran Sukhoi, Wakasau Marsekal Madya TNI Wardjoko menjelaskan, cicilan akan dibayar pada tahun keenam. Jadi hingga 5 tahun mendatang,

RI diberikan kelonggaran oleh Rusia belum melakukan pembayaran.

Sementara Dubes Rusia untuk RI Alexander Ivanov mengatakan, penguasaan Sukhoi memerlukan waktu yang sangat lama. Untuk itu para ahli memberikan training dua tahap, yakni sisi teori dan praktek, yang hingga kini masih berlangsung. [sss]

inilah.com

0 komentar: